iklan

5 Tipe Legitimasi Kekuasaan



Pengakuan terhadap keberadaan elit dapat pula dinyatakan sebagai “justifikasi” atau “legitimasi”. 

Legitimasi kekuasaan sangat penting dilakukan oleh seorang pemimpin terutama bila kekuasaan yang diperoleh dengan jalan yang tidak sah atau tidak melalui prosedur yang telah ditentukan. 

Penjustifikasian elit untuk memerintah, dapat dibedakan menjadi 5 tipe legitimasi yakni tipe tradisional, tipe ideologis, tipe personal, tipe prosedural, dan tipe instrumental (Haryanto, 2005: 154).

1. Tipe Legitimasi Tradisional

Tipe legitimasi tradisional merupakan legitimasi kekuasaan berdasarkan keyakinan-keyakinan atau kebiasaan-kebiasaan yang lama telah berlaku dalam masyarakat. 

Penguasa atau pemimpin mengkaitkan bahwa kekuasaan yang diperoleh didasarkan pada darah keturunan yang dimilikinya, sehingga membuat kebijakan-kebijakan dengan mengikuti kehendak para leluhurnya. 

Anggota masyarakat yang diperintah menerima karena hal ini memang sudah ada dan berlaku semenjak lama.

2. Tipe Legitimasi Ideologis

Tipe ideologis menjustifikasi kekuasaan dengan mengaku sebagai wakil dari mistik ideologis, yakni seperangkat prinsip yang lebih tinggi di atas manusia. 

Sebagai contoh di negara-negara yang menganut faham komunis, pemimpin yang berkuasa mengatasnamakan kelas buruh, dengan kata lain pemimpin dianggap mewakili golongan proletar dan mengetahui kepentingan para buruh dibanding kaum buruh itu sendiri. 

Hanya bila ideologi ini tidak bisa bekerja lagi, kekerasan polisi atau militer akan digunakan, ditujukan kepada mereka yang menggugat keabsahan kekuasaan dan peran negara ini (Arief Budiman, 1997: 80).

3. Tipe Legitimasi Personal

Tipe legitimasi personal menjustifikasi kewenangannya berkuasa dengan daya tarik yang dimilikinya atau melekat pada dirinya. 

Daya tarik yang ada pada diri pemimpin digambarkan sebagai kepribadian mempesona yang tidak dimiliki setiap orang. 

Hal ini muncul dalam bentuk dimilikinya kharisma yang melekat pada diri pemimpin tersebut, sehingga terlihat mempunyai kekuatan di atas orang lain. 

Sementara itu, anggota masyarakat yang dipimpin tunduk semata-mata dikarenakan pengabdian kepada kepribadian (kharisma) pemimpin yang bersangkutan.

4. Tipe Legitimasi Prosedural

Tipe legitimasi prosedural menjustifikasi kewenangannya untuk berkuasa atas dasar sistem hukum formal yang berlaku. 

Anggota menerima, tunduk serta taat kepada pemimpinnya karena si pemimpin membuat kebijakan-kebijakan yang berdasarkan pada prosedur-prosedur hukum. 

Pemimpin berkuasa setelah dipilih dan sesuai dengan syarat dari segi hukum.

5. Tipe Legitimasi Instrumental

Tipe legitimasi instrumental menjustifikasi kewenangan yang dimilikinya dengan cara memenuhi janji akan memberikan manfaat bagi kebutuhan anggota masyarakat yang dipimpin. 

Ini berarti bahwa anggota masyarakat yang dipimpin menyakini kekuasaan karena pemimpin mampu memenuhi kepentingan masyarakat yang bersangkutan. 

Tanpa adanya pemenuhan kebutuhan, maka legitimasi atas pemimpin akan luntur.


Belum ada Komentar untuk "5 Tipe Legitimasi Kekuasaan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel