iklan

Dampak Gerakan Modernisasi Ekonomi Deng Xiaoping bagi Cina



Kebijakan pemerintahan Deng Xiaoping untuk mereformasi perekonomian membawa berbagai dampak. Modernisasi ekonomi tidak hanya mengubah sektor perekonomian saja, namun juga mempengaruhi kehidupan masyarakat Cina. 

Kebijakan modernisasi Ekonomi mulai menghasilkan banyak kemajuan di antaranya dengan ditingkatkannya insentif untuk melaksanakan produksi. Sehingga berdampak pada naiknya pendapatan pekerja dan petani dengan begitu kesejahteraan meningkat. 

1) Dampak Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi Cina pada masa pemerintahan Deng Xiaoping dapat mencapai rata-rata 9% setiap tahun. Akibat kebijakan pintu terbuka yang bersamaan dengan pembaruan ekonomi, maka perdagangan luar negeri Cina dapat meningkat dengan cukup pesat. Selain itu, akibat dari modernisasi ekonomi yang dilakukan Deng Xiaoping ini dapat menaikkan pendapatan per kapita penduduk RRC. (Agung, 2012)  

Modernisasi ekonomi yang memberikan hasil yang cukup mengesankan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Cina, ternyata juga diiringi oleh berbagai kekurangan dan kegagalan yang menjadi dampak negatif pada bidang sosial. Dampak dari modernisasi yang dilakukan Deng Xiaoping pada bidang sosial di antaranya:

a) dengan hasil modernisasi yang tidak merata, menambah kesenjangan antara yang kaya dan sukses dengan yang miskin dan tidak sukses.

b) Terjadinya inflasi yang tinggi, yang berimbas pada naiknya harga-harga barang atau tidak terjangkau oleh masyarakat.

c) Meluasnya sifat-sifat konsumerisme, pergaulan bebas, dan prostitusi.

d) Terjadinya tindakan-tindakan penyalahgunaan wewenang, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, manipulasi, dan kronisme. 

e) Terjadinya salah urus dan penyalahgunaan oleh yang berkuasa yaitu pejabat pemerintah dan PKC (Partai Komunis Cina) yang berkuasa, manifestasi sikap arrogance of power. (Agung, 2012)

Kemajuan ekonomi yang diraih China hingga saat ini yaitu penerapan kebijakan pintu terbuka (Kaike Kaifang). Kebijakan tersebut mulai diterapkan masa kepemimpinan Deng Xiaoping tahun 1979. Kebijakan pintu terbuka merupakan hasil dari perpaduan sosialisme yang telah mendarah daging di Cina dengan nilai- nilai positif kapitalisme. Pemerintahan Deng Xiaoping dipandang sebagai masa transisi China dari negeri tiran yang tertutup dan terisolasi menuju negara Free market Sosialism. 

2.  Dampak Pemerataan Kependudukan

Dampak lain dari modernisasi yang dilakukan Deng Xiaoping yaitu masalah urbanisasi, buruh dan pengangguran. Arus urbanisasi yang deras merupakan akibat langsung dari dibubarkannya komune rakyat. 

Pada masa itu banyak petani yang meninggalkan desanya untuk mencari kerja di kota. Meskipun pemerintah telah menganjurkan untuk tidak meninggalkan desa, anjuran ini tidak dihiraukan. 

Daya tarik kerja di perkotaan lebih kuat dapat mempengaruhi mereka untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Tetapi kota tidak dapat menyediakan lapangan pekerjaan untuk memenuhi harapan semua kaum urban yang semakin bertambah jumlahnya, sehingga akhirnya hanya menambah angka pengangguran di kota.

3. Dampak Sosial

Masalah sosial yang akibat dari masuknya kaum petani migran ini cukup banyak, antara lain:a) Mereka ikut memanfaatkan fasilitas perkotaan, seperti jalan, transportasi, air, dan listrik.b) Pemerintah menuduh orang-orang ini sebagai sumber dari kriminalitas di kota-kota, terutama terkait perkelahian dan pencurian. c)  Pemerintah Cina berpendapat bahwa petani migran menimbulkan situasi yang tidak stabil, antara lain sering terjadi pemogokan kerja. (Agung, 2012) 

Beberapa kemajuan di sektor ekonomi RRC setelah terjadi setelah diberlakukannya gerakan modernisasi oleh Deng Xiaoping, masyarakat Cina juga menjadi lebih modern dengan masuknya budaya barat. 

Namun, ternyata pembaruan Deng Xiaoping ini juga menimbulkan beberapa masalah pada keadaan kehidupan sosial masyarakat Cina yang justru menjadi bumerang. Banyak gejolak dan masalah sosial yang terjadi dengan meningkatnya angka pengangguran dan kesenjangan ekonomi di Cina. 

4. Dampak Politik

Pemberlakuan ekonomi liberaliesme China harus mengimbangi dengan keketatan peraturan birokrasi. Kemajuan pesat sistem ekonomi berlatar belakang dari penerapan politik ekonomi liberal, berpotensi meningkatan kasus korupsi pemangku kekuasaan. 

Untuk mengatasi segala kemungkinan tersebut China menerapkan revolusi birokrasi sebagai garda terdepan dalam mencapai iklim pemerintahan yang stabil. Melalui revolusi birikrasi China dapat menekan kasus korupsi di kalangan pemangku birokrasi. 


Belum ada Komentar untuk "Dampak Gerakan Modernisasi Ekonomi Deng Xiaoping bagi Cina"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel